Cara Kerja Ac Mobil

Pada suatu percobaan telah dibuktikan, air dan bensin yang diturunkan tekanannya akan lebih cepat menguap.Demikian juga dengan titik didih air pada ketinggian tertentu (di atas gunung), air lebih cepat menguap, dibanding di atas permukaan maritim dengan tekanan 1 atmosfir, lantaran diatas gunung dengan ketinggian tertentu tekanan udaranya < 1 atmosfir. Apabila jari kita diberi bensin ibarat pada gambar, kemudian ditiupkan udara maka jari terasa dingin. Hal ini disebabkan lantaran bensin mengambil panas dari jari kita dan risikonya bensin menguap menjadi gas.
Kesimpulan :
– Penurunan tekanan akan mempercepat proses penguapan
– Penguapan akan menyebabkan perembesan panas
Proses kenaikan dan penurunan tekanan ibarat di atas berlangsung secara alami, biar proses itu sanggup diterapkan pada sistem AC, maka sistem AC harus terdiri dari bagian-bagian yang berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan tekanan, supaya penguapan dan perembesan panas sanggup berlangsung.

Secara sederhana bagian-bagian sistem AC sanggup dilihat pada gambar :

a. Zat pendingin bertekanan tinggi dari kompresor berupa gas
b. Zat pendingin yang sudah didinginkan oleh kondensor berubah bentuk dari gas menjadi cair
c. Zat pendingin yang telah diturunkan tekanannya oleh katup ekspansi, berubah bentuk menjadi uap
d. Zat pendingin telah menyerap panas pada evaporator berubah bentuk menjadi gas
• Zat pendingin yang berbentuk gas diberi tekanan oleh kompresor (1) sehingga beredar dalam sistem AC, lantaran adanya tekanan maka zat pendingin menjadi panas.
• Kondensor (2) akan mendinginkan zat pendingin tersebut (kondensasi), sementara tekanan zat pendingin masih tetap tinggi dan berubah bentuk menjadi cair.
• Saringan / filter (3) akan mengisap uap air dan menyaring kotoran
• Tekanan zat pendingin pada sistem akan diturunkan oleh katup perluasan (4) berubah bentuk dari cair menjadi uap.
• Evaporator akan mengambil panas di sekelilingnya, menyebabkan zat pendingin menguap menjadi gas dan kembali ke kompresor.
• Proses ini berlanjut ibarat semula.

Sistem AC Mobil

 Zat pendingin bertekanan tinggi dari kompresor berupa gas.
 Zat pendingin yang sudah didinginkan oleh kondensor berubah bentuk dari gas menjadi cair.
 Zat pendingin yang telah diturunkan tekanannya oleh katup ekspansi, berubah bentuk menjadi uap.
 Zat pendingin yang telah menyerap panas pada evaporator berubah bentuk menjadi gas.
 Zat pendingin yang berbentuk gas diberi tekanan oleh kompresor sehingga beredar dalam sistem AC,karena adanya tekanan maka zat pendingin menjadi panas.
 Kondensor akan medinginkan zat pendingin tersebut (kondensasi),sementara tekanan zat pendingin masih tetap tinggi dan berubah bentuk menjadi cair.
1.) Kompresor
Energi mekanik pada motor penggagas dirubah menjadi energi pneumatis oleh kompresor, sehingga zat pendingin beredar dalam instalasi sistem AC.
Secara umum kompresor ada 2 jenis.
1. Kompresor model torak : terdiri dari beberapa bentuk gerak torak :Untuk menghisap dan menekan zat pendingin dilakukan oleh gerakan torak di dalam silinder kompresor..

A. Kompresor torak gerak tegak lurus

1. Katub hisap
2. Katub tekan
3. Saluran hisap / tekan
4. Dudukan katub
5. Torak
6. Silinde
7. Batang penggerak
8. Poros engkol

B. Kompresor Torak Gerak Memanjang

1. Torak
2. Roda gigi gerak putar
3. Piring dudukan goyang
4. Bantalan piring
5. Roda gigi gerak putar & goyang
6. Poros kompresor
Kompresor model ini akan terlihat diameternya lebih kecil dan tubuh tidak terlalu panjang.

2. Kompresor model ratari
Gerakan rotor di dalam stator kompresor akan menghisap dan menekan zat pendingin

2.) Kondensor
Dalam kondensor akan terjadi perubahan bentuk zat pendingin, lantaran kondensasi yang dilakukan oleh kondensor.
Perubahan bentuk itu dari gas menjadi cair

Supaya pendingin/kondensasi dari zat pendingin lebih tepat maka pasangan kondensor perlu diperhatikan arah anutan udara yang membantu proses pendinginan kondensor, pada kendaraan beroda empat ditempatkan biasanya di depan radiator supaya sanggup dialiri udara waktu kendaraan beroda empat berjalan.

Adakalanya pemasangan kondensor di depan radiator tidak dilengkapi dengan kipas–kipas pendingin, tapi kipas pendingin mesin diganti dengan yang lebih besar supaya pendinginan mesin akan sanggup dilaksanakan bersama – sama dengan pendinginan kondensor.Sistem ini merugikan jika sistem AC tidak dipakai, lantaran kipas yang besar akan makan daya mekanis mesin, risikonya boros materi bakar.Untuk itu menggunakan kipas pendingin listrik tersendiri pada kondensor yaitu solusi lain meskipun kondensor dipasang di depan radiator, diatas atap kendaraan beroda empat ataupun di bawah lantai dan dimana saja memungkinkan.
• Konstruksi :

Pipa – pipa kondensor ada yang dibentuk lingkaran dan ada juga ibarat gambar (dengan banyak lubang anutan zat pendingin) pipa itu dilengkungkan secara pararel dari awal hingga keluarnya zat pendingin menuju saringan.Untuk memperluas permukaan pendingin diantara pipa yang dilengkungkan itu diberi kisi – kisi pendingin supaya pendinginan lebih tepat (panas diserap oleh kisi pendingin).Sehingga kondensasi & perubahan bentuk zat pendinginan dari gas menjadi cair akan terjadi.
3.) Saringan/Filter

Konstruksi
Saringan diskonstruksi berupa tabung silinder yang di dalamnya terdapat sel silika yang menyerap uap air pada zat pendingin.
Pada cuilan atas saringan kebanyakan dilengkapi dengan beling pengontrol untuk melihat zat pendingin yang beredar dalam sistem.
Adakalanya pada saringan dipasangkan dua buah sakelar yang bekerja menurut tekanan atau temperatur (sakelar menghubung jika tekanan atau temperatur dalam saringan melebihi dari batas maximal ).
Kadang – kadang saringan dilengkapi pula dengan tutup pengaman yang terbuat dari wood metal. Tutup pengaman ini akan cair jika temperatur zat pendingin sudah mencapai batas yang di tentukan

4.) Katup Ekspansi
Tekanan zat pendingin yang berbentuk cair dari kondensor, saringan harus diturunkan supaya zat pendingin menguap, dengan demikian perembesan panas dan perubahan bentuk zat pendingin dari cair menjadi gas akan berlangsung dengan tepat sebelum keluar evaporator.Untuk itulah pada jalan masuk masuk evaporator dipasang katub ekspansi.
Bekerjanya katup perluasan diatur sedemikian rupa biar membuka dan menutupnya katup sesuai dengan temperatur evaporatur atau tekanan di dalam sistem.

Macam – macam konstruksi & cara kerja
1.Katup perluasan bentuk siku
-katup perluasan dengan kontrol temperatur

Tabung kontrol, pipa kapiler dan ruangan di atas membran diisi dengan cairan khusus yang sensitif terhadap perubahan temperatur, tabung kontrol dan pipa kapiler ini didempetkan dengan pipa keluar evaporator.Bila temperatur evaporator rendah, tekanan cairan di atas membran tidak bisa melawan tekanan pegas, katup jarum menutup jalan masuk masuk ke evaporator, penguapan zat pendingin terhenti ……… temperatur evaporator naik kembali.
Sebaliknya pada ketika temperatur evaporator naik, tekanan cairan di atas membran akan naik pula, hingga melebihi tekanan pegas, katup terdorong ke bawah, jalan masuk terbuka. Suhu evaporator turun kembali, demikian seterusnya.Katup perluasan dengan kontrol tekan dan temperatur

Pt = Tekanan cairan di atas membran(kontrol temperatur)
Pp = Tekanan pegas
Pe = Tekanan zat pendingin yang keluardari evaporator
Supaya pengaturan menutup dan membuka diubahsuaikan dengan tekanan yang ada, maka sanggup ditulis persamaan :
Pt = Pp + Pe

-Kontrol temperatur tetap ibarat sebelumnya, tekanan di atas membran tergantung dari suhu pipa keluar evaporator.
-Pada waktu tekanan pipa keluar evaporator turun, tekanan di atas membran akan mendorong batang dan katup hingga membuka saluran.Zat pendingin mengalir ke evaporator.
-Bila tekanan evaporator naik, Pe juga naik, Pt turun (lihat persamaan), Pp akan mendorong katup ke atas kembali hingga menutup saluran. Zat pendingin tidak mengalir ke evaporator —– Suhu evaporator naik kembali dan tekanannya akan turun katup akan bekerja ibarat semula, demikian seterusnya.

Kesimpulan :
-Katub membuka dan menutup sesuai/tergantung dari suhu dan tekanan pada pipa keluar evaporator.Apakah risikonya jalan masuk keluar evaporator tertutup.
-Katup akan selalu membuka lantaran tekanan diatas membran selalu lebih besar dari tekanan pegas pada waktu AC tidak digunakan katup juga akan tetap membuka.
2. Katup perluasan bentuk blok (dengan kontrol temperatur dan tekanan)

– Bagian di atas membran yaitu cairan yang mengontrol dengan temperatur pipa keluar evaporator
– Di bawah membran pengontrolan dengan tekanan zat pendingin pada pipa keluar evaporator
– Membuka dan menutupnya katup diatur oleh Tekanan pegas, tekanan diatas dan dibawah membran miring tanpa garis bawah

Evaporator

Bentuk dan konstruksi evaporator tidak berbeda dari kondensor, tapi fungsi kedua – duanya berlainan.Pada kondensor panas zat pendingin harus dikeluarkan, biar terjadi perubahan bentuk zat pendingin dari gas ke cair.Prinsip ini berlaku sebaliknya pada evaporator , zat pendingin cair dari kondensor harus dirubah kembali menjadi gas dalam evaporator, dengan demikian evaporator harus menyerap panas, biar perembesan panas ini sanggup berlangsung dengan sempurna, pipa – pipa evaporator juga diperluas permukaannya dengan memberi kisi – kisi (elemen) dan kipas listrik (blower), supaya udara hambar juga sanggup dihembus ke dalam ruangan.Pada rumah evaporator cuilan bawah dibentuk saluran/pipa untuk keluarnya air yang mengumpul disekitar evaporator tanggapan udara yang lembab. Air ini juga akan membersihkan kotoran – kotoran yang melekat pada kisi – kisi evaporator, lantaran kotoran itu akan turun bersama air.

Kopling Magnet
Supaya korelasi kompresor dengan motor penggeraknya sanggup diputuskan dan dihubungkan (pada ketika AC dihidupkan dan dimatikan), maka kita perlukan sebuah kopling magnet yang dipasang pada poros kompresor, bersama roda puli

1. Sakelar
2. Plat penekan
3. Roda pulley
4. Poros kompresor
5. Gulungan magnet listrik
6. Kompresor
7. Pegas plat pengembali
8. Baterai

Bila sakelar dihubungkan, magnet listrik akan menarik plat penekan hingga berafiliasi dengan roda pulley … poros kompresor terputar.
Pada waktu sakelar putuskan pegas plat pengembali akan menarik plat penekan sehingga putaran motor penggagas terputus dari poros kompresor (putaran motor penggagas hanya memutar pulley saja).

Kondensor dipasang pada cuilan depan kendaraan (di depan radiator) supaya panas radiator tidak dipindahkan ke kondensor sehingga pendinginan kondensor sanggup berjalan dengan sempurna.

Fungsi sistem AC pada kendaraan beroda empat :
• Memberikan udara sejuk ke dalam ruangan kendaraan
• Menghindari udara kotor masuk ke dalam ruangan
• Menghilangkan dengan cepat kondensasi pada beling kendaraan beroda empat waktu hujan atau udara lembab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *